KSB-PACITAN:Kalikuning Sigap Bersinergi (KSB) menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 dengan mengusung tema “Berdiri, Mengabdi, dan Berbagi”. Tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan refleksi perjalanan organisasi sosial yang lahir dari kepedulian, tumbuh melalui pengabdian, dan terus bergerak dengan semangat berbagi kepada masyarakat.
Ketua Lembaga Sosial Kalikuning Sigap Bersinergi, Rojihan, mengatakan enam tahun perjalanan KSB menjadi momentum penting untuk merefleksikan jati diri organisasi.
Yang akan dirayakan pada tanggal Sabtu-Minggu 24-25 Januari 2026, di Dusun Sono Desa Kalikuning. Dengan berbagai kegiatan mulai dari Bakti Sosial ke tempat ibadah, baksos kepada masyarakat kurang mampu, dan hiburan rakyat lainnya.
Menurut dia, filosofi berdiri dimaknai sebagai keberanian mengambil sikap dan komitmen sejak awal untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons persoalan sosial, kemanusiaan, kesehatan, disabilitas, olahraga, pendidikan dan maupun lainnya.
“Berdiri berarti KSB lahir dari kesadaran bersama, bukan kepentingan pribadi. Kami berdiri atas nilai kebersamaan, gotong royong, dan keikhlasan untuk bergerak,” ujar Rojihan dalam keterangannya, Rabu 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan, makna mengabdi menjadi roh utama perjalanan KSB selama ini. Mengabdi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas turun ke lapangan, tetapi juga sebagai konsistensi menjaga niat, integritas, dan keberlanjutan gerakan sosial yang dilakukan. Dalam praktiknya, KSB terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari pendampingan masyarakat, aksi kemanusiaan, hingga edukasi sosial.
“Mengabdi itu soal kesetiaan pada tujuan. Kami ingin hadir tanpa pamrih, membantu tanpa membeda-bedakan, dan bekerja tanpa menunggu sorotan,” kata Rojihan.
Sementara itu, filosofi berbagi dimaknai sebagai puncak dari nilai kemanusiaan yang dijalankan KSB. Berbagi tidak selalu identik dengan materi saja, melainkan juga berbagi waktu, tenaga, pengetahuan, dan kepedulian.
Menurut Rojihan, semangat berbagi menjadi energi yang menjaga KSB tetap hidup dan relevan di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
“Berbagi adalah cara kami hadir ditengah-tengah masyarakat. Apa pun yang kami miliki, sekecil apa pun, jika dibagikan dengan tulus akan memberi dampak besar,” ujarnya.
Memasuki usia ke-6, Rojihan menegaskan KSB akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen, mulai dari masyarakat, komunitas, hingga lembaga terkait. Ia berharap lembaga sosial masyarakat Kalikuning Sigat Bersinergi dapat terus menjadi ruang kolaborasi yang membawa manfaat nyata dan menginspirasi lebih banyak orang untuk peduli dan bergerak bersama.
“HUT ke-6 ini bukan sekadar perayaan, tetapi pengingat bahwa jalan pengabdian harus terus dilanjutkan,” pungkasnya.(ksb).
